Otomotif

Hati-hati Penggelapan Modus COD HP dan Motor di FB, Pelaku Berperan Sangat Profesional

Otomotif

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Tim Macan Polsek Danau teluk mengungkap sindikat penipuan dan penggelapan dengan modus jual beli melalui sosial media Facebook.�

Dalam menjalankan aksinya, sindikat ini bekerja layaknya penjahat profesional.

Mereka memiliki peran masing-masing. Awalnya, satu pelaku memposting barang berupa HP dan sepeda motor dengan harga yang lebih murah di group jual beli media sosial� Facebook.

Setelah menemukan korban (calon pembeli), mereka menentukan satu lokasi untuk proses transaksi.

“Mereka ini selalu mengarahkan korban untuk bertemu di wilayah Danau Teluk,” kata Kapolsek Danau Teluk Iptu Moh Choirul Umam Fauzi, saat pers rilis di Mapolsek Danau Teluk, Jumat (11/11/2022).

Setelah bertemu, pelaku memperlihatkan barang yang akan dijual ke pada korban, meminta uang korban.

Setelah proses transaksi selesai, pelaku kemudian pergi dengan uang hasil penjualan.

Pelaku lainnya langsung mendatangi korban, kemudian mengintervensi dan menakut-nakuti, bahwa HP yang ia beli barang curian. Sehingga pelaku ini mengancam akan melaporkan ke pada pihak kepolisian.

“Setelah yang menawarkan HP pergi, pelaku lain langsung datang dan ngancam korban dengan mengatakan sepeda motor ataupun HP yang dibeli barang curian. Korban ketakutan, dan saat itu HP, motor ataupun apa saja yang mereka CODkan langsung dibawa kabur,” ujarnya.

Fauzi menjelaskan, aksi sindikat ini sangat meresahkan masyarakat. Sudah banyak yang menjadi korban, tetapi tidak semua membuat laporan kepolisian.

Sejauh ini, sudah ada 5 laporan di Polsek Danau Teluk terkait aksi para sindikat ini.

Iptu Moh Choirul Umam Fauzi mengatakan, Irfan (21) dan Ahmad Syukri (37) warga Kelurahan Tanjung Raden, Kecamatan Danau Teluk, Kota Jambi sudah ditangkap.�

Pengakuan pelaku, mereka nekat melakukan aksi tersebut, lantaran ketagihan judi online dan kecanduan narkotika jenis sabu-sabu.

“Kita sudah dalami, ternyata pelaku ini dan beberapa orang di kelompoknya selalu menggunakan uang hasil penggelapan untuk membeli sabu-sabu dan judi online,” katanya.

Iptu Moh Choirul Umam Fauzi mengatakan, pihaknya masih memburu sekira 5 orang anggota dari komplotan ini.

Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News