Berita

Gestur Sambo dan Putri Candrawathi Dianggap Seperti Drama Korea

selebriti, gestur sambo dan putri candrawathi dianggap seperti drama korea

Ada informasi terkait hubungan keduanya yang kurang akur.

Jakarta: Gestur romantis antara terdakwa Ferdy Sambo dengan istrinya, Putri Candrawathi dipertanyakan. Sebab, ada informasi terkait hubungan keduanya yang kurang akur.

“Kalau misalnya tidak akur, berarti yang terjadi ketika olah TKP (tempat kejadian perkara), rekonstruksi, dan di persidangan cipika-cipiki, drama Korea sekali,” kata pakar mikro ekspresi Kirdi Putra dalam diskusi virtual Crosscheck Medcom.id bertajuk ‘Kamaruddin Bongkar Horor Baru Sambo,’ Minggu, 11 Desember 2022.

Kirdi juga menyoroti skenario Sambo yang kukuh menyebut Putri sebagai korban pemerkosaan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Klaim itu tidak sejalan dengan ekspresi Putri di persidangan.

“Korban pemerkosaan itu traumanya luar biasa. Ekspresi takut, marah, dan sedih. Tapi ketika Putri minta maaf ke keluarga Yosua, tidak ada ekspresi kemarahan atau takut,” ujar dia.

Selain itu, Kirdi menyinggung gestur Sambo yang menyeka air mata saat Putri menyampaikan permintaan maaf ke keluarga Yosua. Ada sejumlah makna yang dianalisis Kirdi.

Baca: Pengacara Keluarga Brigadir J: Setan pun Menertawakan Kebohongan Sambo

Pertama, menyeka air mata belum tentu tanda Sambo merasa bersalah. Gestur itu bisa jadi menunjukkan perasaan tidak nyaman karena Putri harus menghadapi persidangan. Tindakan Sambo juga memengaruhi nasib bawahannya.

“Bukan karena merasa bersalah ke keluarga Yosua. Ini buat saya agak menakutkan orang ini,” tutur Kirdi.

Kirdi menyebut ,makna kedua ialah kalimat permintaan maaf Sambo dan Putri terlihat sudah diatur. Mereka tidak menyinggung perasaan menyesal atas perbuatannya.

“Minta maaf apa yang saya minta maaf tapi gara-gara kamu duluan? Itu tidak minta maaf tapi skenario komunikasi untuk menguatkan almarhum Yosua sudah melakukan yang sangat salah,” ucap Kirdi.