Menemukan

Generasi Pesona Indonesia Dukung Presiden Menggairahkan Pariwisata Dalam Negeri

Menemukan, Pengalaman

jpnn.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo alias Jokowi meminta jajaran pemerintah daerah untuk menggairahkan pariwisata dalam negeri karena Indonesia kaya akan potensi wisata.

Selain itu, mengutamakan wisata dalam negeri akan membantu devisa negara.

Pegiat Pariwisata yang juga Ketua Umum Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Siti Chotijah mengatakan permintaan Presiden Jokowi kepada kepala daerah untuk mengutamakan wisata dalam negeri sangat tepat.

Pasalnya, jika wisata dalam negeri diprioritaskan maka akan membawa manfaat yang besar bagi bangsa dan masyarakat.

“Kalau dari komunitas GenPI terkait dengan arahan presiden mengenai lebih mengutamakan wisata dalam negeri, kami sangat sepakat dan mendukungnya,” kata Siti Chotijah kepada wartawan, Minggu (2/10).

Menurut perempuan yang akrab disapa Mbak Jhe ini, selain bertujuan untuk memopulerkan wisata-wisata yang ada, ada manfaat besar yakni pergerakan ekonomi.

“Jika dalam sehari ada pergerakan orang dari satu tempat ke tempat lain (wisata), maka dipastikan ada perputaran ekonomi di tempat yang dituju,” ujar Mbak Jhe.

Menurut dia, hal ini memberikan dampak yang luar biasa. Salah satunya adalah menggerakkan ekonomi lokal.

“Kita juga bisa melihat bahwa dengan adanya pergerakan satu orang ke daerah lain itu sebenarnya adalah pergerakan ekonomi yang sangat signifikan,” ujarnya.

Dia menjelasan ketika satu orang melakukan perjalanan wisata tentu yang hidup itu banyak sektor antara lain transportasi, baik transportasi darat, udara atau bahkan transportasi kereta api dan sebagainya.

Selain itu, ada juga sektor akomodasi dalam artian hotel, homestay, resort penginapan dan juga sektor penunjang lainnya.

“Yang pertama misalnya sektor restoran makanan dan sebagainya, sektor oleh-oleh. Juga transportasi lokal rentcar dan sebagainya dan mayoritas dari ini adalah industri kecil. Orang membawa oleh-oleh berarti itu menghidupi industri lokal,” ucapnya.

Menurut Mba Jhe, permintaan Presiden agar wisata dalam negeri diutamakan ini sangat berpengaruh besar, baik buat kemajuan wisata maupun ekonomi Indonesia.

Oleh karena itu, Pemerintah dalam hal ini menteri, kepala daerah harus memberikan contoh yang baik, bukan memamerkan brand-brand luar negeri.

“Pejabat harus memberikan role model atau contoh. Kalau pejabatnya saja pamernya brand-brand luar negeri, lalu perginya ke luar negeri, kapan kita mau maju,” kata dia.

Lebih jauh Mba Jhe mengatakan banyak wisatawan di dalam negeri khususnya yang dipelopori oleh pemerintah daerah dan juga publi figur lainnya akan lebih mengenalkan destinasi wisata Indonesia.

“Satu kebanggaan bahwa inilah wonderfull Indonesia. Masa kita sudah punya jargonnya adalah wonderfull tetapi kita justru tidak mengakui wonderfulland itu dengan memilih destinasi ke luar. Berarti kan janji dari brand pariwisata kita dipertanyakan, ya,” ungkapnya.

Dia menjelaskan ketika seseorang melakukan perjalanan ke satu tempat maka yang akan tersisa adalah memori.

Artinya, kata dia, ada yang bentuknya konten dan ada yang bentuknya memori xperience, hingga perlu ada pengembangan ke depan agar kelangsungan dari destinasi-destinasi wisata itu membaik.

“Nah, contohnya Borobudur dan sebagainya itu kelestarian menjadi nomor satu. Lalu, pengembangan ke depan untuk pariwisata ini harapkan juga bisa memberikan experience bukan hanya memberikan hiburan saja. Jadi, ketika ada experience ini masih memungkinkan orang untuk datang kembali,” kata dia.

Dalam pengembangan tempat wisata, kata Mbak Jhe harus melibatkan masyarakat lokal dan juga pelaku-pelaku lokal yang diberikan ruang-ruang kreativitas seperti komunitas, desa wisata dan juga buat UMKM.

“Pengembangan pariwisata ke depan harus untuk berpihak kepada ekonomi rakyat, karena potensinya sangat luar biasa. Pada dasarnya, kami sangat sepakat dan mendukung instruksi Presiden,” ujar Mbak Jhe.(fri/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!