Otomotif

Gara-gara Sang Mantan, Dealer Honda Indramayu Rugi Rp 1,4 Miliar, Kasusnya Dilaporkan Ke Polisi

Laporan Wartawan�Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU – Mantan Kepala Cabang Dealer Resmi Honda Dwi Setia Kawan Motor Karangampel berinisial GAS diduga melakukan tindak pidana penggelapan.

Pihak Dealer Honda pun melakukan tindakan tegas dengan melaporkan oknum yang bersangkutan ke Polres Indramayu.

Berdasarkan hasil audit internal, diketahui akibat ulah pelaku, Dealer Honda mengalami kerugian hingga mencapai Rp 1,4 miliar.

“Dia itu merupakan kepala cabang,” ujar Kuasa Hukum Dealer Honda, Rustandi Senjaya kepada�Tribuncirebon.com, Jumat (18/11/2022).

Rustandi menyampaikan, penggelapan tersebut diduga sudah dilakukan GAS sejak 2017 lalu.

Saat itu, ia menjalin kerjasama dengan salah satu bank milik negara untuk pengadaan hadiah bagi nasabah.

Namun dalam perjalanannya, pembayarannya itu diketahui tidak dimasukan ke rekening perusahaan melainkan ke rekening pribadi.

“Dia menerima uang dari bank, tapi tidak masuk ke rekening perusahaan tapi ke rekening pribadi,” ujar dia.

Untuk menutupi stok barang yang hilang, GAS diduga melakukan switching atau pengalihan uang dari penjualan kendaraan konsumen yang membayar secara cash.

Demi memuluskan tindakannya, GAS juga mengintervensi karyawan-karyawan mulai dari kasir, admin, dan lain sebagainya untuk menuruti apa yang ia perintahkan.

Penggelapan yang dilakukan GAS pun akhirnya terbongkar pada tahun 2020 atau saat puncak pandemi Covid-19.

Karena adanya penurunan penjualan akibat pandemi, saat itu, pihak Dealer Honda melakukan pengecekan stok kendaraan.

otomotif, gara-gara sang mantan, dealer honda indramayu rugi rp 1,4 miliar, kasusnya dilaporkan ke polisi

Kuasa hukum Dealer Honda saat menunjukan pelaporan GAS ke Polres Indramayu, Jumat (18/11/2022). (Tribuncirebon.com/Handhika Rahman)

Dealer Honda pun curiga, pasalnya stok data dan barang tersedia tidak sesuai jumlahnya.

Yakni ada sekitar selisih sekitar 60 unit sepeda motor yang hilang.

“Kemudian kita lakukan audit internal dan eksternal. Disitu diketahui ada kerugian sekitar Rp 1,4 miliar,” ujar dia.

Di sisi lain, pihak Dealer Honda juga mendapat banyak aduan dari para konsumen. Mengingat walau sudah melakukan pembelian, konsumen tidak mendapat STNK dan BPKB.

Untuk meredam keluhan konsumen, GAS menyiasati dengan pemberian servis dan oli gratis.

“Jadi di sini pihak bengkel juga ikut dirugikan,” ucapnya.

Pihak Dealer Honda pun sudah mencoba mengatasi permasalahan tersebut secara kekeluargaan.

Namun GAS selalu mengelak hingga akhirnya dilaporkan ke Polres Indramayu.

Tindakan yang dilakukan GAS juga diperkuat dari hasil audit eksternal yang hasilnya sama dengan yang dilakukan oleh internal Honda.

Sementara itu, Kapolres Indramayu, AKBP M Lukman Syarif melalui Kasat Reskrim Polres Indramayu, AKP Fitran Romajimah membenarkan laporan tersebut.

GAS pun saat ini sudah jadi tersangka dan sedang dalam pencarian polisi.

“Sekarang statusnya sudah jadi tersangka dan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO),” ujar dia.

Baca berita Tribuncirebon.com lainnya di GoogleNews