Kuliner

FDA Restui Produksi Daging Hasil Rekayasa Laboratorium di Amerika

kuliner, fda restui produksi daging hasil rekayasa laboratorium di amerika

Daging sapi (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Perusahaan rintisan Upside Foods yang memproduksi daging hasil rekayasa laboratorium telah menerima otorisasi dari izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA). Perusahaan yang berbasis di California tersebut menjadi perusahaan pertama di AS yang mendapat lampu hijau dari FDA.

FDA mengatakan pihaknya telah melakukan serangkaian evaluasi terhadap ayam budidaya Upside Foods termasuk data dan informasi yang diberikan perusahaan. FDA memberikan label “no questions” menandakan persetujuan untuk perusahaan.

“Kami memulai Upside di tengah dunia yang penuh dengan skeptis, dan hari ini, kami telah mencetak sejarah lagi sebagai perusahaan pertama yang menerima surat ‘No Questions’ dari FDA untuk daging budidaya,” kata pendiri dan CEO Upside Foods, Uma Valeti seperti dilansir dari Malay Mail, Jumat (18/11/2022).

Namun demikian, FDA menyatakan bahwa persetujuan itu bukan berarti Upside Foods bisa langsung menjual produk ke konsumen. Perusahaan tersebut masih harus menjalani pemeriksaan oleh Departemen Pertanian AS, misalnya, sebelum dapat menjual produknya.

“Ini momen penting dalam sejarah makanan,” kata Uma Valeti.

Daging hasil rekayasa laboratorium ini memungkinkan manusia mengonsumsi protein hewani tanpa merusak lingkungan dan tanpa penderitaan hewan. Produk ini berbeda dengan pengganti nabati seperti burger kedelai yang meniru tekstur dan rasa daging tetapi tidak mengandung protein hewani.

Startup Eat Just, pesaing Upside Foods, adalah yang perusahaan pertama yang menerima otorisasi untuk membuat daging buatan di Singapura pada tahun 2020. Meskipun demikian, daging rekayasa ini terbukti lebih rumit dan mahal.

Sementara itu, Bond Pet Foods, perusahaan rintisan Colorado, telah menciptakan protein hewani dari proses fermentasi mikroba untuk memberi makan anjing.