Menemukan

DeLoano Glamping Borobudur Kembali Buka, Cocok Buat Healing

Menemukan, Pengalaman

KOMPAS.com – DeLoano Glamping di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, cocok dijadikan tempat healing. Setelah sempat tutup akibat pandemi Covid-19, tempat glamour camping atau glamping ini dibuka kembali.

Tempat wisata tersebut termasuk dalam kawasan Borobudur Highland, sehingga menjadi bagian dari Destinasi Super Prioritas Borobudur.

“Waktu diresmikan Pak Arief (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif periode 2014-2019) jadi makin diminati dan bahkan termasuk laboratorium glamping karena waktu itu kan glamping belum banyak jumlahnya,” ujar Direktur Utama Badan Otorita Borobudur (BOB), Indah Juanita, dalam Weekly Press Briefing yang digelar hybrid, Senin (3/10/2022).

“Sekarang termasuk tempat glamping populer terutama di Jawa Tengah dan sekitarnya,” imbuhnya.

Glamping yang berada di Desa Sedayu, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah ini cukup populer sebagai tujuan healing bagi anak muda.

Apalagi tempatnya berada berada di ketinggian yang tenang dan jauh dari keramaian, sehingga semakin cocok untuk didatangi bagi siapa saja yang mencari kesegaran alami.

“Lokasinya ini berada sekitar 900 meter di atas permukaan laut, jadi cuacanya sangat dingin kaya oksigen. Dari atas bukit juga bisa melihat Candi Borobudur asalkan cuacanya sedang terang dan tidak berkabut,” tambahnya.

Sempat tutup saat pandemi mulai melanda Indonesia, tempat glamping ini mulai dibuka kembali pada Oktober 2022.

Daya tarik DeLoano Glamping

Obyek wisata yang diresmikan pada 14 Februari 2019 ini menawarkan udara sejuk khas alam di kawasan hutan pinus.

DeLoano Glamping menjadi tempat wisata yang menarik bagi para wisatawan yang ingin camping namun enggan mendirikan tenda sendiri.

Fasilitasnya terdapat 10 tenda siap inap, yang terdiri dari satu tenda VIP berkapasitas empat orang dan sembilan tenda reguler dengan kapasitas enam orang.

Meski berbentuk tenda, sesuai konsepnya, tempat tidur yang disediakan tetap terlihat mewah.

Masing-masing dari tenda inap tersebut sudah dilengkapi dengan kasur busa empuk, bantal, dan juga selimut tebal, seperti dikutip dari laman Badan otorita Borobudur, Selasa (4/10/2022).

“Ada mushala juga, amphiteather kapasitas 250 orang. Di sana, kawasan pohon pinus, pernah tampil musisi mas Adi MS,” tutur Indah.

Selain itu, para wisatawan juga bisa menyicipi aneka kuliner di restoran semi-outdoor atau barbeku. Bahkan, para pengunjung bisa berfoto di spot-spot Instagramable atau menguji adrenalin dengan menjajal aktivitas off-road dan down-hill.

“Pengunjung bisa mengabadikan momen bersama teman, keluarga, atau pasangan dengan deretan glamping dan sejumlah pohon pinus yang indah sebagai latar belakangnya,” jelas Indah.

DeLoano Glamping letaknya juga bersebelahan dengan Kebun Teh Nglinggo Kulon Progo, sehingga pengunjung dapat langsung berwisata ke kebun teh, dikutip dari Tribunnewswiki.com.

Cara memesan DeLoano Glamping

Indah mengungkapkan, untuk membantu perekonomian sekitar setelah glamping dibuka kembali, terdapat penawaran khusus bagi rombongan atau grup yang berkunjung.

“Kami memberikan kesempatan buat grup, dengan mengikuti Instagram-nya @boborobudur, jadi nanti bisa daftar di situ, dan bisa dipandu,” terangnya.

Adapun dalam waktu yang sama, Menparekraf Sandiaga Uno menyampaikan pengalamannya dua kali berkunjung ke DeLoano Glamping.

“Saya sudah pernah ke sana, sudah dua kali. Ada sensasi tersendiri yang rasanya tidak bakal kita jumpai kalau kita liburan di luar negeri,” tutur Sandiaga.

Melihat potensi kawasannya yang luar biasa, ia berpesan agar wisatawan lokal dapat berkunjung ke tempat wisata dalam negeri, termasuk DeLoano Glamping.

Apalagi, katanya, kebersihan serta fasilitas di DeLoano sangatlah bagus dan terjaga. Selain itu, pembangunannya juga sangat memperhatikan kelestarian alam.

Deloano Glamping berlokasi di Desa Sedayu, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Lokasinya berada di sekitar perbatasan Purworejo dengan Kulon Progo.

Tempat ini berjarak 30 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta dan 18 kilometer dari Candi Borobudur.