Otomotif

Bos Ducati Wanti-wanti Potensi Rivalitas Francesco Bagnaia dan Enea Bastianini

Otomotif

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID – Bos Ducati Claudio Domenicali mewanti-wanti potensi Rivalitas Francesco Bagnaia dan Enea Bastianini.

CEO Ducati ini tak ingin ada yang membuat kekacauan.

Rivalitas Francesco Bagnaia dan Enea Bastianini sudah terjadi sejak sebelum keduanya menjadi rekan satu tim.

Rivalitas Francesco Bagnaia dan Enea Bastianini telah terlihat sepanjang musim MotoGP 2022.

� Fitur Menonjol dari Motor Ducati Menurut Pebalap MotoGP Alex Marquez

Enea Bastianini menjadi ancaman Francesco Bagnaia untuk meraih gelar juara dunia MotoGP 2022.

Saat itu Francesco Bagnaia unggul terhadap Fabio Quartararo.

Fabio Quartararo terkadang sendirian di tengah kepungan skuadron Ducati saat balapan.

Namun Enea Bastianini membuktikan bahwa dia tidak sungkan untuk bertarung dan mencuri poin dari Bagnaia.

Francesco Bagnaia pun telah menyampaikan pesannya kepada bos Ducati atas kehadiran rekan setimnya.

�Pecco beberapa bulan yang lalu telah mengatakan sesuatu yang telah saya tandai pada diri saya sendiri,�

�’Kami tidak membutuhkan seseorang yang membuat kekacauan ketika mereka tiba’,” kata CEO Ducati Claudio Domenicali, Jumat 18 November 2022.

Claudio Domenicali menyebut hubungan Ena Bastianini dengan juara dunia baru Francesco Bagnaia akan berada di bawah pengawasan.

Claudio Domenicali sadar akan risiko menyatukan dua Pebalap kuat seperti itu.

Pecco ingin mengalahkan Enea, yang ingin membuktikan diri sebagai yang terkuat.

Tetapi energi ini sangat penting dan dirinya yakin bahwa tim telah banyak berkembang.

Tim berkembang dalam kemampuan untuk melihat atlet sebagai pribadi dan untuk mengelola kesulitan ini.

Keputusan besar Ducati untuk membawa Enea Bastianini ke tim pabrikan mereka musim depan, menggantikan Miller yang terikat KTM, menjadi perubahan terbesar untuk 2023.

Alex Marquez akan keluar dari Honda dan bergabung dengan Gresini, menggantikan Enea Bastianini.

Claudio Domenicali, setelah melihat Ducati meraih gelar MotoGP pertama mereka dalam 15 tahun, bermimpi menciptakan sebuah dinasti yang dipimpin oleh Francesco Bagnaia.

Claudio Domenicali beranggapan Francesco Bagnaia pasti bisa melakukannya karena semua elemen ada di sana.

Keberhasilan ini menutup sebuah siklus. Francesco Bagnaia mengibaratkan Pecco menempatkan lapisan gula pada kue dalam tim yang telah berkembang pesat.

Sekarang tim bisa membuka satu lagi di mana Pecco akan menjadi referensi.

“Kami membicarakannya, dia sekarang menjadi Pebalap yang lebih kuat dan kami adalah tim yang lebih baik,” tuturnya.

� Dianggap Fabio Quartararo Lambat, Yamaha Tetap Pakai Mesin Baru di Kalender 2023 MotoGP

(*)

Update berita MotoGP klik di sini

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News