Menemukan

Bisa Bertahan Dua Tahun, Kawasan Wisata Bukit Pinteir Masih Butuh Perhatian Pemerintah

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Bukit Pinteir merupakan satu di antara destinasi wisata alam yang berlokasi di Kelurahan Kampung Dul, Kecamatan Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah.

Destinasi wisata bukit yang menawarkan keindahan alam ini, memiliki keanekaragaman kekayaan flora dan fauna yang masih cukup terjaga.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bukit Pinteir Syahrial mengungkapkan sejarah pengelolaan Bukit Pinteir menjadi tempat pariwisata berawal dari pandemi Covid-19 2020 lalu.

Di mana sebelumnya, para pengelola Bukit Pinteir merupakan pengurus Yayasan Ar Rahman Ar Rahim yang mana kegiatan sosialnya berupa bersih-bersih masjid

menemukan, pengalaman, bisa bertahan dua tahun, kawasan wisata bukit pinteir masih butuh perhatian pemerintah

Bukit Pinteir yang berlokasi di Kelurahan Kampung Dul, Kabupaten Bangka Tengah (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Namun, ketika pandemi Covid-19 melanda, saat itu banyak masjid ditutup, sehingga para pengurus tidak memiliki kegiatan sosial kembali.�

“Akhirnya saat itu saya nongkrong bersama teman saya di Kebon yang saat ini merupakan kawasan Bukit Pinteir, karena kan semua tempat ditutup, dari situ kami mulai ngumpul di kebon itu,” ucapnya kepada Bangkapos.com Sabtu (21/11/2022) siang.

Karena sering bercengkrama di kebon dengan pemandangan bukit indah, Syahrial beserta temannya pun terbesit untuk mengembangkan sebuah bukit di sana dijadikan sebagai tempat wisata.

Pasalnya, kekosongan kegiatan saat pandemi membuat mereka bosan sehingga pihaknya melihat potensi Bukit Pinteir sangat besar jika dikembangkan.

Mulai dari situlah pihaknya selalu gotong royong demi menjadikan kawasan Bukit Pinteir menjadi tempat pariwisata yang menarik hingga saat ini.

“Saya ingat kata pak Sandiaga Uno yang mengatakan jika ada potensi wisata di desa maka itu harus dikembangkan dan jadikan itu sebagai potensi untuk meningkatkan perekonomian,” jelasnya.

Berbagai bantuan CSR dari perusahaan besar seperti Bank Sumsel, PT Timah, dan Angkasa Pura pun telah diberikan dalam bentuk fasilitas gazebo, mushola dan lainnya.

Seiring berjalannya waktu,kawasan Bukit Pinteir menjadi primadona bagi wisatawan, tak jarang mereka melakukan camping serta mengadakan kegiatan gathering dan outbond di tempat itu.

Hal itu tak lepas dari kekompakan para pengurus yang berjumlah 35 orang dan selalu berkomitmen menjadi wisata ini untuk prospek jangka panjang.

“Kenapa kami masih bisa bertahan hingga dua tahun, karena dari total 35 anggota itu yang aktifnya sekitar 23 orang dan hampir , kemudian kawan kawan setiap Sabtu Minggu itu pasti kami gotong royong dan kami selalu ada 24 jam di situ namun secara bergantian karena ada fasilitaa yang harus dijaga,” jelasnya�

Namun, Syahrial mengakui, sejauh ini tarif mengunjungi Bukit Pinteir gratis, hanya saja pihaknya hanya menyiapkan kotak sukarela saja bagi pengunjung.

Kendati demikian, diakuinya tak jarang berbagai kendala sering dihadapi dalam membangun sebuah kawasan pariwisata, khsususnya anggaran.

Belum adanya anggaran khusus yang diberikan baik itu pemerintah desa ,daerah ataupun lainnya menjadi tantangan sendiri.

“Kalau ada anggaran Rp 5 juta atau Rp 10 juta lah mungkin, bisa untuk meningkatkan, tapi kami tidak menjadikan itu sebagai alasan untuk berhenti,” ujarnya�

Di sisi lain lanjut dia kendala lainnya yaitu kawasan Bukit Pinteir juga termasuk Hutan Lindung sehingga sempat terhambat .

Untuk itu pihaknya berharap dukungan yang penuh dari pemerintah daerah, agar kawasan Bukit Pinteir menjadi sektor wisata yang diunggulkan.

“Akses jalan sampai saat ini sudah dibersihkan, kemarin kami sudah mengajukan ke Pemda Bangka Tengah untuk pengaspalan jalan cuman karena termasuk Hutan Lindung sehingga banyak proses yang harus dilewati dan jadi terkendala,” tutupnya. (Bangkapos.com/Akhmad Rifqi Ramadhani).