Kuliner

Benarkah Membungkus Makanan dengan Aluminium Foil Berbahaya?

kuliner, benarkah membungkus makanan dengan aluminium foil berbahaya?

Ayam panggang yang dibungkus aluminum foil. Foto: Shutterstock

Sebagian dari kamu, mungkin familiar dengan bahan pembungkus makanan yakni aluminium foil. Biasanya bahan berwarna silver ini digunakan untuk membungkus, seperti ikan bakar, sayuran, hingga sepotong ayam, agar panasnya bisa tahan lebih lama. Namun, pertanyaan mulai muncul, apakah aman membungkus makanan menggunakan bahan tersebut?

Sejatinya, selain perdebatan baik dan tidaknya memasak menggunakan peralatan aluminium, membungkus makanan menggunakan bahan tersebut juga dinilai dapat membahayakan kesehatan, lho. Khususnya, dalam hal masakan yang bercita rasa asam dan pedas, dengan temperatur tinggi.

Mengutip Times of India, ketika kamu membungkus secara menyeluruh, atau menggunakan aluminium foil untuk menutup wadah berisi makanan; hal yang tidak disadari adalah besar kemungkinan beberapa foil akan larut ke dalam makanan tersebut. Tentu, hal ini akan memberikan dampak yang tidak baik bagi kesehatan tubuh.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal International Journal of Electrochemical Science, menunjukkan bahwa aluminium akan keluar dari foil dalam stimulan yang berbeda, khususnya dalam air suling serta larutan asam dan basa. Dan, jika aluminium foil diproyeksikan pada suhu yang tinggi, maka bisa menyebabkan peningkatan tingkat migrasi logam ke dalam makanan.

kuliner, benarkah membungkus makanan dengan aluminium foil berbahaya?

Ilustrasi membungkus makanan dengan alumunium foil. Foto: dok.shutterstock

Selain itu, oksigen adalah alasan lain mengapa kamu perlu mempertimbangkan lebih serius, mengenai, khususnya makanan sisa menggunakan aluminium foil. Ini sebab, menggunakan bahan aluminium foil dinilai tidak cukup baik untuk menjaga oksigen, agar tidak masuk ke dalam makanan.

Dengan begitu, hal tersebut akan memungkinkan bakteri tumbuh di dalam makanan. Tentu, makanan yang menjadi sarang bakteri, tidak layak untuk dikonsumsi kembali. Itu berarti, membungkus makanan menggunakan aluminium foil, dinilai sama buruknya dengan tidak menggunakan pembungkus makanan apa pun.

Oleh karena itu, alih-alih menggunakan aluminium foil untuk menyimpan sisa makanan, para ahli menyarankan kamu untuk memilih bungkus dan tutup yang menempel rapat, agar tidak ada oksigen masuk. Salah satunya adalah dengan menggunakan cling wrap, yang dapat menutupi wadah makanan secara menyeluruh, tanpa membiarkan oksigen masuk.

kuliner, benarkah membungkus makanan dengan aluminium foil berbahaya?

Ilustrasi wadah makanan berbahan aluminium foil. Foto: Azalia Amadea/Kumparan

Namun, jika kamu tidak memiliki cling wrap, maka menggunakan wadah yang mempunyai penutup secara rapat, dinilai lebih baik ketimbang aluminium foil. Selain itu, pastikan juga bahwa makanan yang disimpan, berada pada suhu yang tepat, yaitu suhu kamar.

Terakhir, cara paling praktis yang bisa kamu gunakan adalah menyimpan makanan sisa dalam freezer kulkas. Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan makanan yang tetap terjaga segar, tetapi dengan durasi yang lebih lama.

Penulis: Riad Nur Hikmah