Otomotif

Beginilah Sosok Penipu 116 Mahasiswa IPB Berkedok Investasi Abal-abal, SAN Disebut Kerap Meresahkan hingga Pernah Nekat Palsukan Dokumen demi Beli Mobil

Beginilah Sosok Penipu 116 Mahasiswa IPB Berkedok Investasi Abal-abal, SAN Disebut Kerap Meresahkan hingga Pernah Nekat Palsukan Dokumen demi Beli Mobil

otomotif, beginilah sosok penipu 116 mahasiswa ipb berkedok investasi abal-abal, san disebut kerap meresahkan hingga pernah nekat palsukan dokumen demi beli mobil

Foto sosok penipu yang membuat ratusan mahasiswa IPB terjerat pinjol beredar. Ketua RT bongkar tabiat ganjil pelaku. MPI Photo

Beginilah Sosok Penipu 116 Mahasiswa IPB Berkedok Investasi Abal-abal, SAN Disebut Kerap Meresahkan hingga Pernah Nekat Palsukan Dokumen demi Beli Mobil

Siapa sebenarnya Siti Anisa, pelaku kasus penipuan berkedok investasi fiktif dan pinjaman online yang menjadikan 116 mahasiswa IPB sebagai korbannya.

Grid.ID / W-Stories

Mia Della Vita, None November 19th, 9:17 AM November 19th, 9:17 AM

Grid.ID – Pelaku kasus penipuan berkedok investasi fiktif dan pinjaman online, Siti Anisa Nasution (SAN) telah diamankan petugas setelah 116 mahasiswa Intitut Pertanian Bogor (IPB) menjadi korbannya.

SAN kini hanya bisa tertunduk dan menangis ketika ditampilkan dalam jumpa pers di Polres Bogor, Jawa Barat, Jumat (18/11/202).

Disebutkan bahwa korban SAN tidak hanya 116 mahasiswa IPB.

Tapi masih ada ratusan korban lainnya yang jika ditotal sebanyak 333 orang.

Diduga akibat perbuatannya, kerugian yang ditimbulkan mencapai Rp 2,3 Miliar dari berbagai aplikasi pinjaman online yang ditawarkan pelaku kepada korban.

Lalu siapa sebenarnya Siti Anisa?

Wanita berusia 29 tahun tersebut diketahui sejak kecil tinggal mengontrak di wilayah Tegak Gundil, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.

Kemudian ia pun pindah ke wilayah Ciomas Bogor.

Ketua RT setempat, Kamaludin menceritakan, SAN tinggal di wilayahnya sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar.

“Nah, terakhir dia mengontrak di kontrakan depan rumah saya ini, yang sekarang warung. Ngontrak di sini sudah lama sejak dia masih SD, saya juga belum jadi RT,” kata dia dilansir dari Tribunnewsbogor.com, Jumat (18/11/2022).

Menurutnya, SAN merupakan tiga bersaudara.

Ia tinggal di rumah kontrakan tersebut bersama ibu, kakak, dan adikanya lantaran sang ayah sudah meninggal dunia.

“Dia anak yatim,” kata dia.

Menurutnya, kehidupan SAN yang awalnya normal-normal saja tiba-tiba berubah setelah bekerja karena sering terlihat ribut dengan keluarganya sendiri.

“Dulu masih sekolah, normal kehidupannya ngga neko-neko. Tapi akhir-akhir ini setelah dia kerja banyak masalah.”

“Dia sering berantem sama ibunya sendiri, sama kakaknya juga, jadi memang meresahkan kalau mau disebut begitu, itu karena berisiknya itu,” ungkapnya.

Kemudian, kata Pak RT, SAN juga sering terlibat masalah lantaran beberapa kali Kamaludin didatangi orang yang mengaku berurusan dengan SAN.

Bahkna, kata dia, terakhir di tahun 2022 wanita berinisial SAN ini memalsukan surat rumah kontrakannya untuk syarat membeli mobil.

“Terbaru itu, kaget juga saya, karena menurut saya itu kok anak sekecil itu sudah berani memalsukan AJB rumah kontrakan yang dia tempati.”

“Kan saya tahu itu kontrakan siapa, ngga mungkkin dia punya AJBnya kan. Nah saya lagi pelatihan nih, istri saya telpon, pak ini ada dari leasing.”

“Jadi katanya dia ngga pernah bayar, tapi unit mobilnya ngga ada,” jelasnya.

“Kejadian itu bulan Oktober. Dia pindah rumah ke Ciomas kan Maret. Akhirnya si leasing itu ngomonglah, kalau SAN itu agunkan rumah kontrakan. Dia akuin itu rumahnya. Saya lihat AJB itu meragukan,” imbuhnya.

Barulah, semenjak kasus itu, dan kepindahannya ke Ciomas, beberapa mahasiswa yang mengaku dari IPB University mencari keberadaan dari SAN.

Baca Juga: Penting Cegah Stunting Pada Anak Sejak Masa Kehamilan, Ini Saran Guru Besar Ilmu Gizi IPB Mengenai Makanan yang Boleh dan Tidak Boleh Dikonsumsi Ibu Hamil

Setelah kasusnya mencuat, SAN pun dilaporkan ke polisi hingga akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

Modus Tersangka Rayu Korban Hingga Terjerat Pinjol

Polisi juga mengungkap cara pelaku dalam mejerat para korbannya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, SAN mengeluarkan modal terlebih dahulu agar calon korbannya tertarik.

Rupanya, hal itu dianggap ampuh pelaku hingga ratusan warga ikut terjerat olehnya.

Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Yohannes Redhoi Sigiro menambahkan, uang hasil kejahatan yang didapat pelaku juga dijadikan sebagai modal ketika merekrut calon korban lainnya.

Sebelum merekrut korbannya, ia mengajak korban makan hingga minum di cafe atau tempat yang bisa meyakinkan korban.

“Setiap makan dengan calon korban dia beliin minum dia yang bayarin, ketemu di cafe dan lain-lain,” kata AKP Yohannes Redhoi Sigiro.

SAN bukan merupakan kakak tingkat atau lulusan IPB University.

Pelaku yang berprofesi sebagai tukan jual beli online masuk ke kampus dan merekrut mahasiswa sebagai korbannya karena punya kenalan.

Berbekal kenalan dengan kakak kelas para korban, pelaku pun mengadakan seminar lewat zoom meeting dan menawarkan kerjasama bisnis onlinenya kepada korban sejak Februari 2022.

Kapolres Bogor, AKBP Iman Imanuddin mengatakan, berdasarkan penyelidikan, rupanya toko online yang diakui SAN bukan miliknya.

“Setelah penyidik melakukan konfirmasi terhadap informasi tersebut, ternyata toko online atau marketplace yang diakui tersebut adalah milik orang lain,” kata Iman Imanuddin.

Dalam menjalankan aksinya, SAN mengimingi korban dengan menjanjikan 10-15 persen dari setiap transaksi.

“Kemudian pelaku juga mengimingi keuntungan 10-15 persen atas setiap transaksi yang dilakukan oleh korban melalui toko online tersebut,” tambahnya.

Ia juga menegaskan, aplikasi pinjaman online yang digunakan para korban sudah memiliki legalitas.

“Aplikasi pinjolnya legalitasnya ada,” kata dia.

Iman Imanuddin juga mengatakan, uang hasil kejahatannya itu dipakai korban untuk berbagai keperluan pribadinya.

“Uang hasil kejahatan sebagian digunakan pelaku untuk kebutuhan pribadi, kemudian sebagian lagi digunakan untuk membeli kendaraan bermotor, dan sebagian lagi untuk menutupi utang dari korban sebelumnya, jadi gali lubang tutup lubang,” jelas dia.

Atas perbuatannya SAN dijerat dengan pasal 372 dan 378 KUHP dengan ancaman pidana 4 tahun penjara.

(*)