Menemukan

Beberapa Cara Perayaan Tahun Baru di Negara Jepang dan Bagaimana Suasana Acara Malam?

menemukan, pengalaman, beberapa cara perayaan tahun baru di negara jepang dan bagaimana suasana acara malam?

Tradisi Hatsumode. Foto: anibee.tv

Pesta perayaan pergantian tahun baru memang menjadi salah satu acara yang dinantikan setiap orang.

Bukan hanya pergantian tahun baru masehi saja, pergantian tahun baru lunar atau imlek seperti yang dilakukan di Jepang, Cina hingga Korea juga kerap digelar acara yang meriah.

Bagi sebagian orang menghabiskan waktu liburan tahun baru ada yang pergi ke luar negeri atau menikmati acara yang ada di dalam negeri.

Bahkan ada yang hanya bersantai di rumah bersama keluarga. Meski berbeda cara mereka merayakan tahun baru tentu saja cukup menarik.

Sementara di Jepang sendiri merayakan tahun baru menjadi salah satu pesta sekaligus perayaan yang sangat penting. Di Jepang sendiri perayaan malam tahun baru memiliki perbedaan dengan Indonesia.

Meski sekarang ini Jepang sudah didukung dunia teknologi yang maju, akan tetapi adat dan juga tradisi serta ajaran budaya nenek moyang mereka masih dipertahankan ketika menyambut pergantian tahun nanti.

Apalagi pergantian tahun 2022 sebentar lagi akan dimulai. Ditambah lagi dengan adanya perayaan Natal yang semakin meriah. Sejarah mengenai budaya perayaan pergantian tahun di Jepang memang sangat kental.

Sudah banyak artikel yang mengulas mengenai tradisi tersebut seperti contohnya meminum sake dan lain sebagainya.

Tentu saja para wisatawan bisa mencoba pengalaman menikmati malam tahun baru dengan mengikuti cara serta perayaan seperti masyarakat Jepang.

Menanti pergantian tahun di negeri orang memang tidak harus selalu berhubungan dengan festival kembang api.

Tentu saja jangan lupa mengabadikan foto, gambar dan juga video kala merayakan tahun baru di Jepang. Ada banyak cara yang bisa dilakukan. Apa saja sih budaya tahun baru di Jepang ?

1. Oosoji atau Membersihkan Rumah

Salah satu tradisi dan juga budaya yang dimiliki oleh masyarakat Jepang adalah Oosoji.

Setiap akhir tahun para masyarakat Jepang tidak terkecuali mulai dari anak kecil hingga anak remaja yang baru masuk sma hingga orang tua akan membersihkan rumah mereka.

Dan tentu saja hal ini untuk membuat rumah akan terlihat bersih menjelang akhir tahun.

Dengan membersihkan rumah dan juga membersihkan semua kotoran yang ada di dalam rumah dan ini diharapkan bisa memberikan suasana yang lebih baru serta semangat baru.

Biasanya pula anggota keluarga akan libur menjelang malam pergantian tahun. Dan di sini menjadi tempat yang pas untuk membuat semua anggota keluarga berkumpul sembari menunggu malam pergantian tahun.

2. Kadomatsu atau Hiasan Rumah

Salah satu budaya dan juga tradisi yang bisa ditemukan adalah Kadomatsu yang mempunyai makna hiasan yang diletakkan di pintu rumah ketika masa tahun baru tiba. Hal ini biasanya digelar hingga awal bulan Januari.

Kadomatsu yang memiliki arti hiasan rumah tersebut akan terbuat dari bahan pohon pinus dan juga bambu serta pohon prem.

Ketiga pepohonan tersebut menurut orang Jepang dianggap sanggup memberikan keberuntungan kepada para pemilik rumah. Apalagi pohon pinus yang mempunyai arti sebagai panjang umur.

3. Shimekazari

Sama halnya dengan Kadomatsu, Shimekazari juga mempunyai arti yaitu hiasan yang akan digantung di pintu rumah.

Bedanya jika Shimekazari ini akan dibuat dari berbagai macam barang yang dipercaya bisa mendatangkan keberuntungan.

Dan Shimekazari ini kabarnya bisa menolak kesialan atau bala bagi masyarakat Jepang dan juga agar anggota keluarga selalu selamat.

Ketika periode tahun baru selesai biasanya pada pertengahan bulan Januari, baik Shimekazari dan Kadomatsu ini akan dibawa ke kuil untuk dibakar dalam upacara yang digelar di jinja atau kuil tersebut. Hal ini untuk mewujudkan keinginan mereka.

4. Kagamimochi

Salah satu upacara atau budaya yang kerap dilakukan oleh masyarakat Jepang adalah Kagamimochi. Arti dari Kagamimochi ini adalah dua mochi yang memiliki bentuk besar dan kecil.

Kedua mochi ini mempunyai diameter dengan ukuran 10 hingga 20 centimeter. Kedua mochi ini akan menjadi hidangan di meja makan khusus yang dilengkapi dengan jeruk.

Awalnya makanan ini ditujukan kepada dewa-dewa di Jepang. Akan tetapi sekarang ini hanya sekadara hiasan yang berguna untuk memeriahkan acara pesta tahun baru.

Tidak ada makna mengenai kedua mochi dan jeruk di era sekarang ini.

Uniknya lagi adalah meski sekarang ini meski masyarakat sudah tidak terlalu percaya dengan cerita tersebut, akan tetapi mochi selalu ada di meja khusus di setiap rumah masyarakat Jepang.

Dan biasanya akan disantap oleh anggota keluarga dengan diiringi kebiasaan khas masyarakat Jepang di kala tahun baru.

5. Osechi-Ryori

Kebiasaan lain adalah Osechi-ryori yang artinya adalah masakan khusus yang nantinya akan disantap setiap tanggal 1 hingga tanggal 3 di tahun baru.

Wacana Osechi-ryori ini awalnya ditujukan untuk meringankan beban ibu rumah tangga di dapur mereka. Apalagi di tahun baru tamu dan juga semua keluarga berkumpul, sehingga ibu rumah tangga akan sangat sibuk.

Osechi-ryori ini memiliki bentuk masakan yang dipanggang dan juga direbus dengan ditambah acar yang akan dimasukkan ke dalam kotak makan bento.

Tentu saja tampilannya sendiri sangat mewah dan juga menarik. Dan yang pasti makanan ini tidak akan basi meski disimpan selama 3 hingga 5 hari.

6. Ozoni

Sama halnya dengan Osechi-ryori, maka Ozoni ini juga berupa makanan yang terdiri dari sup dan juga sayuran serta mochi yang sangat lezat. Bedanya jika Ozoni ini akan disantap tepat pada saat malam tahun baru.

Kebiasaan ini sudah turun temurun sejak masa lampau hingga sekarang. Dan di setiap daerah rasa sup dan juga mochi berbeda-beda seperti di Tokyo dan juga Osaka serta Kyoto yang memiliki rasa berbeda.

7. Joya No Kane

Kebiasaan dan juga kegiatan tradisi yang biasa dilakukan oleh masyarakat Jepang adalah Joya no Kane. Kebiasan ini adalah membunyikan lonceng besar yang terdapat di kuil-kuil di Jepang.

Membunyikan lonceng ini biasanya akan digelar pada pukul 12 tengah malam tepat saat terjadi pergantian malam tahun baru.

Lonceng ini akan dibunyikan sebanyak 108 kali yang akan mencerminkan sebagai bentuk nafsu duniawi manusia. Meski sekarang kembang api sering digunakan, akan tetapi tradisi Joya no Kane tidak bisa ditinggalkan begitu saja.

8. Toshikoshi Soba

Salah satu makanan tradisi masyarakat Jepang yang biasa disantap ketika malam tahun baru adalah Soba. Tradisi toshikosi soba ini biasanya akan dimakan pada malam pergantian tahun.

Menurut cerita bahwa dengan menyantap soba ini bisa membuat hidup akan berjalan aman dan tidak akan menemui kesulitan serta panjang umur. Akan tetapi soba tersebut harus habis dimakan tanpa ada sisanya.

9. Shisimai

Tradisi yang biasa dilakukan oleh masyarakat Jepang adalah Shisimai. Menurut bahasa atau bhs Jepang bahwa Shisimai ini adalah barongsai ala Jepang. Tradisi ini diperkenalkan oleh Dinasti Tang.

Pertunjukkan Shisimai ini akan digelar di kuil-kuil setempat. Biasanya acara pertunjukkan ini digelar pada saat tahun baru. Dan sudah menjadi tradisi masyarakat Jepang menikmati acara tersebut.

10. Toso

Salah satu kebiasaan yang biasa dilakukan oleh masyarakat Jepang terutama di bagian barat Jepang adalah toso. Yaitu menikmati sake yang akan diminum di pagi hari ketika memasuki tahun baru.

Meminum sake juga tidak sembarangan. Harus menggunakan 3 piring dangkal dan ditumpuk menjadi satu. Sake ini ini memiliki kandungan aneka tanaman yang mempunyai makna bisa mendatangkan keberuntungan.

11. Hatsuhinode

Acara tradisi Hatsuhinode menjadi salah satu agenda yang tidak boleh terlewatkan. Hatsuhinode adalah melihat matahari terbit pertama kali kala tahun baru.

Apalagi Jepang yang mendapatkan julukan negeri matahari terbit, tentu saja kurang pas rasanya melewatkan sunrise pertama kali di tahun baru.

Biasanya di pantai hingga gunung seperti Fuji akan dipenuhi wisatawan dan masyarakat Jepang untuk melakukan Hatsuhinode.

12. Hatsumode

Sementara Hatsumode ini adalah kunjungan perdana ke kuil atau biasa disebut jinja ketika tahun baru tiba.

Biasanya tanggal 1 Januari masyarakat akan berbondong-bondong mengunjungi kuil dan jinja untuk berdoa mendapatkan keselamatan di tahun ini. Tidak jarang juga di malam tahun baru juga banyak yang mengunjungi jinja atau kuil.

menemukan, pengalaman, beberapa cara perayaan tahun baru di negara jepang dan bagaimana suasana acara malam?

Tradisi Hatsumode. Foto: anibee.tv

13. Nengajo

Meski sekarang dunia teknologi sudah marak, akan tetapi tradisi Nengajo atau mengirimkan serta menulis kartu pos atau kartu ucapan tahun baru masih cukup marak.

Isinya biasa tentang ucapan doa di tahun baru tersebut. Biasanya kartu pos ini akan dikirim dan sampai di malam tahun baru. Para kerabat, teman kantor dan juga sahabat akan mendapatkan kartu ucapan tahun baru tersebut.

14. Otoshidama

Senada dengan kebiasaan kala merayakan imlek, pembagian angpao kepada anak-anak juga kerap dilakukan di Jepang. Namanya adalah Otoshidama.

Setiap orang tua akan membagikan amplop kecil yang berisi sejumlah uang kepada anak-anak kecil. Tidak heran jika waktu tahun baru menjadi saat yang dinantikan.

15. Menikmati Permainan Tradisional

Salah satu cara dan tradisi untuk menghabiskan waktu tahun baru di Jepag adalah bermain aneka permainan tradisional bersama keluarga dan anak-anak. Tradisi ini sudah lama turun temurun sejak jaman nenek moyang.

Masyarakat Jepang akan memainkan hanetsuki atau bulutangkis dengan raket kayu khas Jepang.

Kadang bermain layang-layang atau karuta yang merupakan permainan kartu kuno khas negeri matahari terbit. Tentu saja kebersamaan bersama keluarga bisa dirasakan kala melakukan tradisi tersebut.