Berita

Baterai Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid Diproduksi Dalam Negeri

otomotif, baterai toyota kijang innova zenix hybrid diproduksi dalam negeri

Komponen baterai all new Toyota Kijang Innova Zenix Foto: Dok. Istimewa

Toyota Kijang Innova Zenix hadir dalam pilihan varian hybrid yang tersedia untuk semua tipe mulai dari G, V, dan Q. Mengusung teknologi hybrid, Kijang generasi ketujuh tersebut kini dilengkapi dengan sebuah baterai tambahan.

Baterai berjenis lithium-ion tersebut ternyata sudah dibuat di pabrik yang khusus memproduksi kendaraan elektrifikasi, dalam hal ini mobil hybrid Toyota di Indonesia, yang mana pabrik tersebut juga secara resmi baru beroperasi.

Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMIIN), Warih Andang Tjahjono mengungkapkan, saat ini produksi baterai Innova Zenix baru sebatas merangkai menjadi satu set baterai utuh dengan menggunakan bahan baku yang didatangkan langsung dari luar negeri.

“Untuk mekanisme battery pack-nya, jadi sebenarnya yang kita lakukan itu assembly process. Sel (baterai) itu masih impor belum dirakit lokal di kita di Indonesia,” katanya saat sela peluncuran Innova Zenix di Karawang.

otomotif, baterai toyota kijang innova zenix hybrid diproduksi dalam negeri

Produksi perdana all new Toyota Kijang Innova Zenix Foto: Dok. Istimewa

Lebih lanjut, Warih menambahkan, tidak ada perbedaan spesifikasi soal baterai yang dipakai antar mobil elektrifikasi Toyota. Perbedaan kentara hanya pada jumlah sel yang digunakan.

“Baterai itu terdiri dari sel-sel, selnya itu sama saja (dengan hybrid, BEV, PHEV). Tapi, kalau hybrid selnya 1.000, PHEV itu 5.000, dan BEV 15.000. Jadi sesuai kebutuhan, teknologinya sama saja,” terangnya.

Baterai Ni-MH yang disematkan pada Innova Zenix hybrid memiliki kapasitas 1,3 kWh, diletakkan melintang di bawah kursi penumpang depan dan pengemudi. Baterai ini juga digunakan pada Corolla Cross Hybrid dan Camry Hybrid.

Lebih jauh, Wirah menuturkan, besar peluang baterai produksi TMMIN itu akan dipakai untuk model hybrid Toyota selanjutnya dan peluangnya untuk diekspor. Meski dirinya tidak merinci soal kapan hal tersebut akan direalisasikan.

“In the future, baterai itu kan resource-nya tidak banyak. Di dunia itu terbatas, jadi ada peluang baterai itu (digunakan) untuk mobil apa pun karena strukturnya sama. Namun, (saat ini) kebutuhan utama untuk domestik, tapi memungkinkan kita bisa ekspor karena struktur baterainya sama saja,” pungkasnya.

Adapun, ia masih belum membeberkan rincian informasi menyoal kandungan lokal serta kapasitas produksi baterai buatan TMMIN itu.

***