Otomotif

Bagaimana Jika Motor MotoGP Dipakai Balap Ketahanan, Apakah Bisa?

Otomotif
Bagaimana Jika Motor MotoGP Dipakai Balap Ketahanan, Apakah Bisa?

Bagaimana Jika Motor MotoGP Dipakai Balap Ketahanan, Apakah Bisa?

Bagaimana ya kalau motor MotoGP dipakai di balap ketahanan, apakah bakalan jebol karena dipakai berjam-jam nonsto

Gridoto / Sport

Rezki Alif Pambudi November 29th, 12:05 PM November 29th, 12:05 PM

GridOto.com – Sebuah pertanyaan menarik, apakah motor MotoGP bisa dipakai untuk ikut balap ketahanan alias endurance race?

Balapan ketahanan sendiri biasanya digelar dengan durasi delapan hingga sepuluh jam, apa bisa ya motor MotoGP dipakai selama itu?

Tentu saja hal itu baru bisa terjawab tuntas ketika motor MotoGP benar-benar dicoba beneran untuk balapan ketahanan.

Namun sebelum hal itu bisa terjadi, kita bisa sedikit membayangkan bagaimana jadinya jika motor MotoGP dipakai balap endurance.

Regulasi

Soal regulasi, saat ini motor prototipe MotoGP memang tidak bisa masuk ke balap ketahanan.

Basis regulasi balap ketahanan pada dasarnya hanya untuk motor produksi massal dan bukan untuk prototipe, misalnya pada kelas EWC dan kelas Superstock.

Sebenarnya ada kelas ketiga yakni kelas Experimental, di mana ada beberapa motor prototipe ataupun motor unik yang diperbolehkan ikut balapan oleh FIM.

Aturan untuk kelas ketiga ini adalah motor produksi dari tiga atau empat silinder dari 750 hingga 1.000 cc, kemudian tiga silinder 750 hingga 1.200 cc.

Kemudian untuk prototipe, batasannya adalah 600 hingga 750 cc maksimal empat silinder, di mana motor MotoGP tetap saja tidak bisa masuk kategori ini.

Pernah Ikut

Meski regulasi sekarang tidak mengizinkan, motor Grand Prix pernah lho ikut balap ketahanan meski dengan beberapa penyesuaian.

Pada era 1970-an, ada kelas 750 cc di GP yang kebetulan kemampuan motornya mirip dengan spesifikasi balap ketahanan kala itu.

Motor GP pernah dipakai di balap ketahanan pada tahun 1978, di ajang Bol d’Or, salah satu ajang balap ketahanan paling tua di dunia.

Kala itu motor MotoGP 2-tak tersebut bisa menunjukkan kecepatan luar biasa namun harus menyerah saat dipakai melaju maksimal di Mistral Straight Sirkuit Paul Ricard.

Secara kecepatan sangat oke, namun secara ketahanan memang tidak cocok untuk balapan ketahanan.

Di era 2-tak tersebut, motor GP yang dipakai sangat boros dan harus diisi bahan bakarnya selama 50 menit sekali.

Hal itu jelas bukan hal yang bagus karena motor kehilangan banyak waktu saat melakukan pitstop yang terlalu sering.

Sedangkan untuk motor 4-tak sekarang yang tentunya lebih irit bahan bakar, peluang mengatasi masalah tersebut lebih besar.

Jarak Tempuh

Motor MotoGP jelas lebih powerful dan kompetitif soal kecepatan daripada motor balap ketahanan, namun tidak untuk jarak tempuh pemakaiannya.

Balap ketahanan 24 jam biasanya menempuh jarak 3.500 hingga 4.000 km dengan satu motor saja.

Sedangkan motor MotoGP dipakai hanya sekitar 500 km dari sesi latihan hingga balapan selama akhir pekan, itupun pembalap dikasih dua motor meski yang satu hanya cadangan.

Sehingga dalam sekali balapan 24 jam, motor balap ketahanan bisa dipakai setara dengan jarak tujuh Grand Prix.

Sepanjang musim MotoGP, motor MotoGP kira-kira menempuh 10 ribu km dengan tujuh mesin yang diperbolehkan dipakai selama semusim.

Jadi hitung-hitungan kasarnya, jarak tempuh maksimal satu mesin motor MotoGP adalah sekitar 1.500 km sebelum pabrikan memilih menggantinya.

Karena jika dipakai jauh melebihi jarak tempuh yang seharusnya, mesin MotoGP rawan mengalami kerusakan.

Jadi untuk mengikuti sekali balapan ketahanan 24 jam, dibutuhkan tiga mesin motor MotoGP.

Hal itu jelas sudah melanggar konsep balap ketahanan yang memang menguji ketahanan satu motor.

Namun untuk balapan delapan jam seperti Suzuka 8 Hours yang perkiraan jaraknya sekitar 1.200 km, satu motor MotoGP masih bisa dipakai.

Adaptasi Motor MotoGP untuk Ikut Balap Ketahanan

Untuk bisa menambah jarak tempuh satu mesin motor MotoGP, ada beberapa adaptasi yang bisa dilakukan.

Misalnya saja mengurangi rev mesin yang biasanya mencapai lebih dari 17 ribu rpm, ke angka yang jauh lebih rendah.

Tentu saja akan mengurangi tenaga maksimal mesin, namun demi ketahanan lebih lama hal ini harus dilakukan.

Selain soal rev limit, ada beberapa elemen motor yang perlu diubah untuk menyesuaikan balap ketahanan.

Contohnya adalah pemakaian sistem pengisian bahan bakar cepat, yang harus dipakai seluruh peserta balap ketahanan.

Kemudian ada beberapa part yang bisa dilepas dan diganti dalam beberapa detik saja saat pitstop.

Hal ini tak ada di MotoGP karena memang tidak ada pitstop di dalamnya.

Selanjutnya soal rem, karena rem karbon di MotoGP tidak bisa dipakai dalam durasi yang lama dan pergantian part-nya juga lebih kompleks dibandingkan material baja pada umumnya.

Soal ban juga tak ketinggalan untuk diganti.

Ban yang dipakai di MotoGP grip-nya sangat kuat, namun degradasinya juga sangat cepat.

Jika ban tersebut dipakai untuk balap ketahanan jelas tidak efektif, karena harus sering diganti.

Jadi kesimpulannya motor MotoGP bisa dipakai untuk balap ketahanan, tentunya dengan penyesuaian termasuk perubahan regulasi agar motor MotoGP bisa ikutan.