Otomotif

Bagaimana Cara Menghitung Denda Pajak Sepeda Motor atau Mobil kalau Terlambat Membayar Pajak ?

Otomotif

SRIPOKU.COM — Salah satu kewajiban yang harus dipenuhhi saat kita memiliki kendaraan bermotor, seperti mobil dan sepeda motor, adalah membayar pajak kendaraan bermotor.

Batas waktu pembayaran pajak kendaraan pun sudah tertera di dalam Surat Tanda Nomor Kendaraan atau STNK yang dimiliki pengendara.

Tentunya, ada konsekuensi tersendiri jika seorang pemilik kendaraan bermotor terlambat atau lupa membayar pajak, salah satunya denda.

Lantas, bagaimana cara menghitung denda jika kita lupa atau terlambat membayar pajak kendaraan.

===

Aturan denda keterlambatan pembayaran pajak

Dilansir dari Kompas.com, (3/3/2022), setiap wilayah memiliki aturan dan besar denda yang berbeda.

Untuk wilayah DKI Jakarta, denda keterlambatan pembayaran pajak dibebankan sebesar 2 persen setiap bulan.

Aturan mengenai besaran denda pajak di wilayah DKI Jakarta mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) DKI Jakarta nomor 6 tahun 2010 tentang Ketentuan Umum Pajak Daerah (KUPD).

Dalam pasal 12 (6) dijelaskan bahwa apabila pembayaran pajak terutang setelah jatuh tempo pembayaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2) dan ayat (3) dikenakan bunga keterlambatan sebesar 2 persen setiap bulannya.

Untuk denda yang dijatuhkan kepada pemilik kendaraan yang terlambat membayar pajak maksimal 24 bulan atau dua tahun dengan besar total denda 48 persen.

Sementara, jika pemilik kendaraan terlambat membayar pajak lebih dari satu tahun, maka ia wajib mendatangi ke Kantor Samsat induk, dan tidak bisa dilakukan pada gerai atau secara daring.

===

Cara hitung denda telat bayar pajak kendaraan

Dikutip dari Kompas.com, (8/7/2019), setiap pemilik kendaraan yang telat membayar pajak akan dikenai denda.

Sementara, jika jatuh tempo masa berlaku STNK belum melakukan perpanjangan, maka dikenakan denda Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan denda Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ).

Besaran SWDKLLJ yakni Rp 32.000 untuk sepeda motor, dan Rp 100.000 untuk kendaraan roda empat.

Rumusan penghitungan denda PKB, yakni:

* [PKB x 25 persen x banyaknya bulan yang terlambat dibagi 12 bulan (setahun)] + denda SWDKLLJ

Sebagai contoh, jika Anda pemilik kendaraan sepeda motor dan sudah terlambat membayar pajak selama 1 bulan.

Misal besaran PKB yang tertera pada STNK, yakni Rp 250.000.

Maka penghitungannya adalah:

* = [Rp 250.000 x 25 persen x 1/12 bulan] + denda SWDKLLJ motor

* = [Rp 250.000 x 0,25 x 1/12 bulan] + Rp 32.000

* = [Rp 62.500 x 1/12 bulan] + Rp 32.000

* = [Rp 5.208] + Rp 32.000

* = Rp 37.208

Jadi, jika Anda terlambat membayar pajak kendaraan motor Anda selama 1 bulan, maka besaran denda yang wajib dibayar adalah Rp 37.208.

===

Bagaimana jika telat bayar pajak lebih dari 1 tahun?

Sementara itu, apabila Anda terlambat membayar pajak kendaraan selama 2 tahun (lebih dari 1 tahun), dengan PKB yang sama Rp 250.000.

Maka penghitungannya adalah:

* = [2 x Rp 250.000 x 25 persen x 12/12 bulan] + denda SWDKLLJ motor

* = [2 x Rp 250.000 x 0,25 x 12/12 bulan] + Rp 32.000

* = [2 x Rp 62.500 x 12/12 bulan] + Rp 32.000

* = [Rp 125.000] + Rp 32.000

* = Rp 157.000

Jadi, besaran denda yang wajib dibayarkan yakni Rp 157.000 jika Anda terlambat membayar pajak kendaraan motor Anda selama 2 tahun.

Untuk penghitungan denda pajak mobil bisa disesuaikan rumusan dengan mengganti nominal SWDKKLJ.

===

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Cara Menghitung Denda Pajak Motor yang Telat Bayar”

===

Baca berita lainnya dari Sriwijaya Post di Google News