Otomotif

AKSI Mensos Risma Setelah Viral Kena Marah TNI: Naik Motor Datangi Pengungsi dan Menolak Dipayungi

Otomotif

SURYA.co.id – Aksi Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini dalam membantu korban gempa Cianjur memang selalu jadi sorotan.

Setelah sempat viral Mensos Risma kena marah TNI saat mengunjungi lokasi terdampak gempa Cianjur, kini sejumlah aksi lainnya juga jadi sorotan.

Salah satunya saat Mensos Risma mengunjungi para pengungsi gempa Cianjur di Kampung Rawacina.

Tak naik mobil seperti biasanya, Risma malah mengendarai sepeda motor.

Menggunakan sepeda motor,�Mensos Risma�menerobos kemacetan di Jalan Desa Nagrak menuju lokasi pengungsian korban gempa di Kampung Rawacina, Cianjur, Jawa Barat.

Seperti dilansir dari Kompas TV dalam artikel ‘Mensos Risma Naik Motor, Datangi Lokasi Pengungsian Korban Gempa di Tengah Area Makam’.

Sesampainya di lokasi, Risma mendatangi tenda pengungsian yang berada di tengah area makam.

Risma mengecek fasilitas dan kondisi para pengungsi yang berlindung di tenda darurat tersebut.

Risma pun berencana membangun instalasi air bersih dan meminta Kemensos membangun tenda darurat di lokasi yang lebih nyaman.

Sementara itu, 143 orang di Pos Pengungsian �Mangunkerta mengalami sejumlah gejala penyakit seperti gangguan pernafasan hingga diare.

Beberapa pengungsi anak mulai mengalami gatal dan penyakit kulit lainnya.

Aksi Mensos Risma selanjutnya yang tak kalah jadi sorotan yakni saat ia menolak dipayungi oleh seorang warga korban gempa.

Seorang warga pengungsi yang hendak memayungi Risma itu datang dari arah belakang saat Risma berbincang dengan Kepala Desa Nagrak.

Pengungsi yang hendak memayungi Risma saat hujan itu bernama Eman Sulaeman (65).�

“Oh ndak usah pak, terimakasih pak,” kata Risma saat hendak dipayungi Eman.�

Adapun lokasi pengungsian yang dikunjungi Risma itu merupakan tenda-tenda terbuat dari terpal yang didirikan di atas kuburan.�

Meski lokasinya hanya berjarak sekitar 7 kilometer dari pusat kota, lokasi Kampung Rawa Cina itu cukup sulit untuk dicapai oleh kendaraan roda empat.

Sehingga Risma pun dibonceng menggunakan sepeda motor untuk menuju lokasi tersebut.�Sementara itu, Eman mengaku kasihan kepada Risma karena situasi sedang hujan.

Eman merupakan salah satu warga Rawa Cina yang berhasil selamat dari guncangan gempa berkekuatan 5,6 magnitudo itu.�

“Saya kasihan tadi sama ibu Risma, karena hujan, takut demam gitu,” kata Eman.�

Dia mengaku keluarganya berhasil selamat dari gempa tersebut.

Namun, kata dia, keponakannya menjadi korban meninggal karena gempa.�

“Kalau saya saat gempa itu lagi duduk di masjid, terus saya bisa lari menyelamatkan diri, tapi ada teman saya tetangga itu tertimpa bangunan, sekarang lagi dirawat di Bandung karena pinggangnya luka,” kata dia.�

Dia berharap, kedatangan Risma itu bisa membantu keluarga dan tetangganya yang mengungsi karena membutuhkan tenda serta bantuan logistik lainnya.�

“Kita butuh makanan, terus tenda yang kaya gitu (tenda peleton), di sini baru ada satu, dua lagi pakai terpal seadanya,” katanya.

Kena Marah TNI

Sebelumnya, Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini dimarahi prajurit TNI AD saat kunjungi lokasi gempa Cianjur ramai jadi sorotan.

Mensos Risma merasa tak terima dengan perlakuan prajurit TNI AD tersebut.

Menurut Risma, ia diminta putar balik saat mengunjungi lokasi terdampak gempa Cianjur, padahal ada satu staf Kemensos yang diperbolehkan lewat.

Mantan Wali Kota Surabaya itu bahkan mengadukan masalah ini kepada salah satu pimpinan TNI AD yang bertugas.

Berikut rangkuman fakta Risma ngadu dimarahi prajurit TNI AD, melansir dari Tribunnews dalam artikel ‘Mensos Risma Tak Terima Dimarahi Prajurit TNI AD Saat Kunjungi Daerah Terdampak Gempa Cianjur’.

1. Diminta putar balik

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengaku dimarahi dan diminta putar balik oleh prajurit TNI AD saat mengunjungi lokasi terdampak gempa Cianjur pada Kamis (24/11/2022).

Risma mengatakan, dia menuju daerah terdampak gempa dengan mengikuti salah satu pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur, tetapi dia justru dimarahi dan diminta putar balik oleh anggota TNI AD yang berjaga di sekitar lokasi.

“Saya kan tidak tahu lewat mana (ke lokasi terdampak gempa).

Kemarin saya dimarahi pasukan (TNI AD),” kata Risma, Kamis (24/11/2022).

“Saya mau ke sana, saya tidak boleh (lewat), disuruh balik saya,” imbuhnya.

Dia mengatakan, prajurit TNI yang memarahinya pun sempat bertanya soal alasan Risma dan rombongannya memilih jalur tersebut untuk menuju lokasi terdampak gempa.

Menjawab pertanyaan tersebut, Risma menekankan bahwa dia hanya mengikuti pejabat Pemkab Cianjur.

“Saya ditanya sama dia (prajurit TNI), ‘Kenapa lewat sini?’, Lho apa saya tahu, saya bilang, mana ada menteri mikir jalan lewat mana. Ya kan saya tidak tahu lewat mana, Saya ikut saja,” jelasnya.

2. Temui pimpinan TNI AD

Di tengah wawancara dengan wartawan, Risma pun meminta ajudannya untuk memanggil salah satu pimpinan dari TNI AD yang berada tak jauh dari posisinya.

Kepada wartawan, Risma mengaku, dia masih tidak terima dimarahi oleh prajurit TNI AD saat hendak ke lokasi terdampak gempa Cianjur.

“Masih tidak terima aku (dimarahi),” ucap Risma seraya tertawa.

Tak lama kemudian, pimpinan TNI AD bernama Ryan menghampiri Risma.

Ryan menyampaikan bahwa dia telah mengetahui insiden yang dialami oleh Mensos tersebut.

“Dengar kasus saya?” tanya Risma. “Siap (sudah dengar),” jawab Ryan.

3. Alasannya Tak Terima

Risma pun lantas menceritakan secara detail kronologi dia dimarahi oleh anggota TNI AD di sekitar lokasi terdampak gempa Cianjur.

Risma menjelaskan, dia sebenarnya tak masalah jika tidak dibolehkan melewati jalan tersebut untuk menuju lokasi terdampak gempa.

Akan tetapi, dia menerangkan, salah satu staf Kementerian Sosial (Kemensos) ternyata diizinkan melewati jalan itu menuju ke lokasi terdampak bencana yang terjadi pada Senin (21/11/2022) tersebut.

“Saya sebetulnya saat itu ya sudah kalau harus balik lagi, tapi ada salah satu anak buah saya dapat izin untuk masuk,” ungkapnya.

4. Minta prajurit yang memarahinya diperiksa

Kepada Ryan, Risma juga mengatakan bahwa dia tak terima telah dimarahi oleh prajurit TNI AD.

Dia meminta kepada Ryan untuk memeriksa kondisi psikologis anggotanya tersebut.

“Yang jadi masalah lagi, saya dimarahi oleh dia (prajurit TNI AD).

Jadi saya minta anak itu diperiksa psikisnya. Dia ngomong, ‘Kenapa pejabat lewat sini?’. Lho, kayaknya sakit deh dia itu,” ucap Risma.

Menanggapi permintaan Risma, Ryan bertanya kepada Medsos tentang sosok dan asal kesatuan prajurit yang dimaksud.

Risma pun menjawab bahwa prajurit yang dimaksudnya itu berasal dari Yonzipur III Siliwangi.

>>>Ikuti Berita Lainnya di News Google SURYA.co.id