Hiburan

Ahmad Rela Terjang Longsor Demi Cari Keluarga Terdampak Gempa Cianjur

selebriti, ahmad rela terjang longsor demi cari keluarga terdampak gempa cianjur

Pekerja dengan bantuan alat berat menyingkirkan material longsor yang menutupi akses Jalan Raya Puncak-Cianjur, di Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (21/11/2022). Foto: Yulius Satria Wijaya/ANTARA FOTO

Ahmad beserta istrinya rela menerjang longsor di kawasan Cugenang, Cianjur, yang terjadi akibat gempa 5,6 magnitudo kemarin untuk mencari keluarganya. Pria paruh baya itu terlihat berjalan selangkah demi selangkah, menuntun sang istri, di atas tanah yang masih licin akibat longsor.

Ahmad berangkat dari Jakarta kemarin, tetapi perjalanannya terhalang longsor. Dia pun memutuskan berjalan kaki pada Selasa (22/11) pagi ini.

“Katanya sih (keluarga jadi korban), tapi ini masih belum bisa ketemu,” kata Ahmad saat ditemui di Jalan Raya Cugenang, Cianjur.

Keluarga Ahmad tinggal tak jauh dari Cugenang. Ia rela menerjang longsor untuk memastikan kondisi keluarganya. Ada dua keluarganya yang hingga saat ini belum bisa dihubungi.

“Iya udah dari kemarin enggak ketemu 2 orang, anaknya yang 2 ada,” kata dia.

Dua orang yang belum ada kabarnya tersebut yakni ibu dan adik dari 2 anak sudah berhasil dihubungi. “Pengin lihat,” ujarnya.

Dia mendapatkan informasi bahwa dua orang keluarganya itu jadi korban dari anak tertua korban. “Belum (ada kabar hingga sekarang),” ucapnya.

“Dari semalam (dari Jakarta. Cuma enggak bisa lewat. (Ini) maksa-maksa,” pungkasnya.

selebriti, ahmad rela terjang longsor demi cari keluarga terdampak gempa cianjur

Suasana lokasi longsor akibat gempa di Kecamatan Cugenang, Cianjur, Jawa Barat, Senin (21/11/2022) malam. Foto: Kementerian PUPR

Longsor di Cugenang ini terjadi pada Senin (21/11) kemarin akibat gempa 5,6 magnitudo. Longsor tersebut mengakibatkan akses jalan Cianjur-Bandung terputus.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menuturkan, hingga Senin (21/11) malam, sebanyak 162 orang meninggal dunia dan 326 orang mengalami luka akibat gempa tersebut. Jumlah korban meninggal dunia dan luka-luka dilaporkan masih akan terus bertambah.

Emil mengatakan, ada 13 ribu lebih warga yang akan diungsikan ke sekitar 14 titik lokasi evakuasi.

Emil juga menjelaskan, ada 2.345 unit rumah warga di Cianjur yang mengalami kerusakan dan sejumlah ruas jalan nasional ataupun provinsi yang sempat terisolir. Namun, informasi terkini, ruas jalan tersebut sudah kembali normal.