Otomotif

Adopsi Teknologi Mencapai 90 Persen, Pabrik DFSK Siap Produksi Kendaraan Listrik Awal Tahun Depan

otomotif, adopsi teknologi mencapai 90 persen, pabrik dfsk siap produksi kendaraan listrik awal tahun depan

Proses produksi mobil di pabrik DFSK, Cikande, Serang, Banten. Pabrikan mobil DFSK akan memulai produksi mobil listrik pada tahun 2023, di mana kedepannya perusahaan tidak akan lagi memproduksi mobil berbasis BBM.

Laporan Wartawan Tribunnews, Lita Febriani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pabrikan mobil DFSK akan memulai produksi mobil listrik pada tahun 2023, di mana kedepannya perusahaan tidak akan lagi memproduksi mobil berbasis BBM.

DFSK saat ini terus mengembangkan berbagai kendaraan listrik yang sesuai dengan kebutuhan konsumen dan sudah menyiapkan fasilitas produksi.

Marketing Head PT Sokonindo Automobile Achmad Rofiqi, mengatakan kendaraan listrik sudah menjadi agenda DFSK ketika memulai bisnis di Indonesia dan perlahan perusahaan akan terus mempersiapkannya.

“Teknologi kendaraan listrik sudah menjadi DNA DFSK karena pusat RnD yang dimiliki sudah sejak lama mengembangkannya dan menghasilkan berbagai kendaraan yang dibutuhkan oleh konsumen di seluruh dunia. Kini DFSK sudah memiliki modal besar dalam hal produksi kendaraan listrik, yakni pabrik di Cikande dan diharapkan bisa segera menghasilkan kendaraan-kendaraan yang diinginkan konsumen,” tutur Achmad Rofiqi, Jumat (18/11/2022).

Secara keseluruhan, pabrik DFSK yang sudah berdiri sejak 2017 ini memiliki kapasitas produksi maksimal hingga 50.000 unit per-tahun.

Kapasitas ini bisa diatur secara fleksibel, karena kemampuan produksi kendaraan milik DFSK sudah didukung dengan teknologi robotik dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terlatih.

Teknologi robotik yang diusung Pabrik DFSK sudah mencapai 90 persen untuk proses produksi.

Teknologi robotik ini mengadopsi lengan robotik yang mendapatkan dukungan operasi otomatis melalui pemanfaatan internet untuk koordinasinya.

Ini akan membantu para Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki oleh DFSK bisa bekerja lebih maksimal dalam menghadirkan kendaraan-kendaraan yang berkualitas dan sudah terbukti di berbagai negara.

Penggunaan teknologi robotik ini berfungsi untuk memaksimalkan kualitas pengerjaan SDM DFSK dalam menghasilkan kendaraan listrik.

Mengingat kendaraan listrik yang diusung DFSK memiliki teknologi yang sangat canggih dan membutuhkan tingkat presisi pengerjaan sangat tinggi untuk menghasilkan sebuah produk yang aman, bisa diandalkan, canggih, serta kompetitif di pasar.

DFSK sudah memproyeksikan pabrik di Indonesia ini akan melahirkan kendaraan listrik dalam beberapa tahun ke depan.

Langkah ini juga sejalan dengan rencana pemerintah dalam mengembangkan ekosistem kendaraan listrik untuk menghadirkan lingkungan yang lebih bersih serta berdaya saing internasional.

“Pemanfaatan fasilitas perakitan DFSK di Cikande akan membuat harga jual kendaraan listrik kami akan lebih terjangkau dari sebelumnya. Selain itu, penggunaan komponen lokal untuk meningkatkan TKDN juga akan memberikan stimulus bagi industri pendukung otomotif,” terang Rofiqi.