Menemukan

9 Aktivitas Ekowisata di Batu Katak, Trekking hingga Jelajah Goa

Menemukan, Pengalaman

KOMPAS.com – Setelah sekitar 10 tahun membuka pintu wisata untuk pelancong, Batu Katak kini resmi ditetapkan menjadi Desa Wisata.

Sejumlah paket aktivitas wisata pun ditawarkan pada calon pengunjung. Ada trekking, camping, tubbing, hingga caving.

Ngalemi Sinuraya, Ketua Lembaga Ekowisata Batu Katak menuturkan, dirinya berharap Batu Katak dapat dikenal luas sebagai destinasi ekowisata di Indonesia.

Sebagai bentuk kesiapannya, Desa yang terletak di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara juga menyediakan sejumlah akomodasi.

Mulai dari Batu Katak Guest House, Orchid Bungalow, Jungle River & Camping Ground, Bolang Mando Guest House, Bolang Tarigan GuestHouse, dan Sapo Lazy Guest House.

Wisatawan pun bisa menikmati sajian khas Karo, suku batak mayoritas di Langkat, berupa Ikan Mas Acemi, Tasak Telu, serta Sirup Asam Gelugur.

Selengkapnya, simak sembilan paket aktivitas ekowisata di Batu Katak yang disampaikan langsung oleh Ngalemi dalam rangka Familiarization Trip Ekowisata oleh DESMA Center, proyek pembangunan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia pada Jumat (23/9/2022) berikut ini.

Aktivitas ekowisata di Batu Katak

1. Menjelajah goa air

Pengelola Batu Katak menawarkan jelajah goa air selama lima jam, terbagi menjadi 180 menit trekking dan 120 menit caving. 

Wisatawan akan diajak menyusuri hutan, menjelajahi goa, melihat stalaktit dan stalagmit, serta melihat satwa dalam goa.

Fasilitas berupa alat perlindungan diri (APD), air mineral, buah, P3K, dan makan siang pun disiapkan.

Selain itu, wisatawan juga bisa memilih paket dengan durasi yang sama, dengan tambahan tubbing dan fasilitasnya bila memilih paket wisata ini.

2. Menyusuri Gunung Kapur

Ada tiga pilihan yang ditawarkan untuk paket ekowisata ini, yakni trekking penuh selama satu hari, trekking selama tiga jam, dan camping dilengkapi caving dan tubbing selama dua hari satu malam.

Wisatawan dapat menjelajah hutan Gunung Kapur hingga berkesempatan melihat fauna dan flora langka di sini.

3. Melihat bunga bangkai

Amorphopallus titanium merupakan salah satu flora paling populer di kawasan hutan Gunung Kapur. Bunga ini akan mekar setiap tujuh tahun sekali.

Jumlah amorphopallus titanium di Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) saat ini diketahui mencapai 10.000 tanaman.

Jika ada yang mekar selama satu minggu, wisatawan bisa melihat langsung indahnya bunga bangkai ini dengan melakukan trekking lebih dulu.

4. Menjelajah Taman Nasional Gunung Leuser

Mulai dari menyusuri hutan, melihat flora dan fauna, menikmati keindahan bunga bangkai, hingga melihat jejak harimau sumatera dapat kamu temukan saat menjelajah TNGL.

Peserta bisa mulai menjelajah dengan trekking, diikuti camping, dan tubbing saat akan kembali ke titik awal.

5. Night trekking

Tak hanya menikmati perjalanan saat siang hari, Batu Katak juga menawarkan paket atraksi wisata night trekking alias menyusuri hutan pada malam hari.

Durasi night trekking setidaknya berlangsung tiga jam. Wisatawan bisa menikmati kehidupan malam hari di hutan hingga melihat aktivitas satwa nokturnal.

6. Trip singkat jelajah gua

Selama 90-180 menit, kamu bisa menikmati perjalanan singkat menjelajah Goa Sibanyak atau Goa Pupuk Mentar dan Mbelin.

Satwa dalam goa hingga stalaktit dan stalagmit bisa kamu lihat selama menjelajah gua tersebut.

7. Tubbing dan rafting

Ada dua rute tubbing dan rafting yang ditawarkan, yakni Sei Sekelam-Batu Katak dan Batu Katak-Lau Damak.

Durasinya berkisar satu hingga dua jam, dimulai dari trekking, menyusuri sungai dengan tubbing atau rafting, hingga kembali menggunakan jalur darat.

8. Perkemahan

Batu Katak juga menawarkan paket aktivitas wisata khusus kemah selama satu malam.

Wisatawan bisa menikmati suasana kemah di pinggir sungai jernih, dilengkapi panorama sekeliling hutan dan indahnya langit.

9. Eksplorasi Batu Katak

Terakhir, wisatawan juga bisa memilih paket eksplorasi Batu Katak untuk mengetahui secara singkat kehidupan desa ini.

Wisatawan bisa melihat pesta adat, pembuatan gula aren, pasar getah, hingga pembuatan obat tradisional khas Karo selama satu hari.