Menemukan

5 Tips Berkunjung ke Antapura De Djati, Wisata ala Ubud di Garut

Menemukan, Pengalaman

KOMPAS.com – Antapura De Djati bisa jadi pilihan destinasi wisata baru di Garut, Jawa Barat.

Nuansa rindang dan pemandangan sawah membuatnya kerap disebut sebagai wisata Ubud di Garut.

Seperti diketahui, Ubud di Bali populer di mata dunia sebagai destinasi untuk mencari ketenangan, dengan hamparan undakan sawah terasering dan udaranya yang sejuk.

Adapun Antapura De Djati menyuguhkan tempat makan dan ngopi, sekaligus spot foto selfie dan wahana bermain. Semua kegiatan ini bisa dilakukan di atas perbukitan dengan sawah yang menyegarkan mata

Manajer Operasional Antapura De Djati, Fikri, mengatakan bahwa tempat ini banyak didatangi pengunjung dari luar Garut.

“Kalau selain Garut, paling banyak dari Bandung, Tangerang, Jakarta sekitarnya. Kalau selain Garut, biasanya datang pas weekend,” ujar Fikri kepada Kompas.com, Selasa (4/10/2022).

Antapura De Djati beralamat di Jalan Raya Cibiuk, Desa Cibiuk Kaler, Garut, Jawa Barat. Lokasinya tidak jauh dari kecamatan Nagreg di Kabupaten Bandung.

Jam operasionalnya adalah setiap hari Senin hingga Minggu, pukul 08.00 sampai dengan 21.00 WIB.

Tips berkunjung ke Antapura De Djati

Sebelum berkunjung ke tempat baru yang populer ini, Fikri memberikan beberapa tips untuk diperhatikan oleh pengunjung.

1. Datang pagi atau sore hari

Pertama, waktu berkunjung yang nyaman dan disarankan oleh Fikri adalah saat pagi atau sore hari. Untuk pagi, bisa pukul 08.00 -10.00 WIB dan sore pukul 15.00-17.00.

“Sekarang musim hujan juga, jadi sebaiknya datang pagi, atau sore menuju malam. Pemandangannya bagus, tidak panas. Kalau malam juga banyak lampu,” ujarnya.

Tidak hanya untuk menghindari panas atau hujan, pemandangan panorama sawah dan perbukitan terlihat sangat cantik pada waktu-waktu tersebut.

Apalagi, sore hari saat terdapat golden hour (momen keemasan) antara pukul 17.30 sampai 18.00, yang dapat membantumu mendapatkan hasil foto yang ciamik.

2. Berkunjung saat hari kerja (weekdays)

Selanjutnya, pengunjung yang ingin puas menikmati keindahan alam atau berfoto-foto dengan santai, bisa datang saat hari kerja (weekdays). Sehingga, tempat ini relatif tak terlalu tamai pengunjung.

“Sebaiknya datang saat hari biasa atau weekdays ya, biar enggak ramai,” kata Fikri.

Ia menjelaskan, saat akhir pekan biasanya banyak rombongan yang datang berkunjung. Selain itu, orang-orang dari daerah di luar Garut juga ramai mendatangi tempat ini.

3. Membawa payung atau topi

Meski bernuansa seperti Ubud, namun cuaca di Antapura De Djati relatif panas pada siang hari.

Untuk itu, agar lebih nyaman sebaiknya kamu membawa topi atau payung saat hendak berkunjung.

“Di sini kalau siang lumayan panas, jadi bawa topi. Baiknya juga bawa payung ya karena sudah masuk musim hujan,” tutur dia.

Namun, tak perlu khawatir. Jika lupa atau tidak membawa topi, ada beberapa topi yang disewakan di sana. Misalnya, topi petani yang dibanderol Rp 10.000 per buah.

4. Memakai pakaian nyaman

Seperti disampaikan sebelumnya, cuaca di kawasan Antapura De Djati umumnya cukup panas. Pengunjung bisa memakai pakaian yang nyaman dan menyerap keringat, serta janganterlalu tebal.

“Lumayan panas, jadi mungkin bisa pakai baju tipis saja atau pakaian yang menyerap keringat,” jelasnya.

Selain itu, pengunjung juga dianjurkan memakai sepatu yang nyaman untuk berjalan kaki. Sebab, pengunjung perlu sedikit berjalan kaki dari pintu parkir, ke bawah menuju Antapura De Djati.

Tempatnya juga relatif luas, sehingga untuk berkeliling akan lebih nyaman dengan alas kaki yang pas.

5. Reservasi online

Terakhir, Fikri memberi saran untuk para pengunjung melakukan reservasi online melalui situs Antapura De Djati, terutama saat akhir pekan atau musim liburan.

Ini dilakukan agar pengunjung tak kehabisan tiket saat hari kunjungan.

Harga tiket masuk untuk pengunjung dewasa selama Senin-Jumat dibanderol Rp 25.000, sementara Sabtu-Minggu Rp 35.000.

 

Harga tiket khusus, berlaku untuk pengunjung usia 5-8 dan lansia di atas 60 tahun, yaitu Rp 15.000 pada Senin-Jumat, dan Rp 20.000 pada hari Sabtu-Minggu.

Sebagai tambahan informasi, anak di bawah 5 tahun tidak dikenakan biaya tiket masuk alias gratis.