Menemukan

5 Kegiatan di Antapura De Djati Garut, Ngopi dan Selfie Berlatar Sawah

Menemukan, Pengalaman

KOMPAS.com – Antapura De Djati merupakan wisata Instagramable dengan konsep sawah dan alam di Garut, Jawa Barat.

Tak hanya itu, ada berbagai kegiatan lain yang bisa dilakukan karena tempat ini juga dilengkapi dengan fasilitas coffee shop dan restoran bernuansa Ubud, Bali.

Tempat wisata hits yang baru dibuka sejak Februari 2022 ini menyajikan panorama alam yang mirip dengan Ubud, sehingga banyak diburu oleh pengunjung dari berbagai daerah.

Antapura De Djati berada di Kaler, Kecamatan Cibiuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Jam bukanya adalah setiap Senin-Minggu, pukul 08.00 hingga 21.00 WIB.

Lantas, apa saja yang bisa dilakukan oleh pengunjung saat ke tempat ini?

Kegiatan yang bisa dilakukan di Antapura De Djati

1. Berfoto di banyak spot Instagramable

Manajer Operasional Antapura De Djati, Fikri, mengatakan bahwa sesuai konsep awal, tempat ini ditujukan untuk foto-foto.

“Tempatnya kebanyakan di sini memang ditujukan buat jadi spot selfie,” ujar Fikri kepada Kompas.com, Selasa (4/10/2022).

Sebagian besar spot foto di Antara De Djati tidak berbayar, meski ada juga yang dihargai Rp 10.000 – Ro 15.000. Di antaranya spot balon udara, sepeda gantung, dan sarang burung.

Jika ingin memakai jasa fotografer, dikenakan biaya Rp 10.000 untuk satu foto yang ingin dibawa pulang.

2. Makan berat atau ngopi

Puas berfoto, pengunjung bisa menikmati kuliner yang tersedia di kawasan Antapura De Djati.

Mereka bisa ke tempat kopi yang cocok untuk nongkrong, restoran yang menyajikan masakan khas Sunda, tempat makan bakso, dan minimarket bila mencari jajanan ringan.

“Aksen Coffee itu menyediakan kopi-kopian dan makanan ringan. Lalu ada Resto Cibiuk makanan Sunda, tempat bakso, dan minimarket,” kata dia.

Di Resto Cibiuk, harga paket makanan lauk dengan nasi berkisar Rp 62.000 – Rp 120.000.

Ada juga paket untuk rombongan dengan harga Rp 90.000 – Rp 400.000-an untuk 2-5 orang. Sementara itu, minuman di restoran dibanderol Rp 11.000 – Rp 45.000an.

3. Bermain wahana

Tak perlu khawatir merasa bosan karena selain berfoto, ada beberapa wahana untuk bermain atau refreshing di Antapura De Djati.

Contohnya ayunan dan rainbow slider (perosotan pelangi) yang berbayar.

Untuk rainbow slider, track yang dikatakan terpanjang se-Priangan Timur, memiliki panjang 50 meter. Perosotan ini dibanderol Rp 15.000 untuk satu kali meluncur, Rp 30.000 untuk tiga kali, dan Rp 60.000 sepuasnya.

4. Berkumpul bersama rombongan

Jika kamu bepergian bersama rombongan ke daerah Garut, Antapura De Djati bisa jadi salah satu tempat yang pas untuk dikunjungi.

“Kebanyakan di sini juga buat acara arisan, kumpulan kantor, gathering, kebanyakan rombongan buat doto-foto dan makan,” terang Fikri.

Ia menjelaskan, area makan atau kumpul di tempatnya cukup luas dan bisa menampung banyak orang, sehingga banyak rombongan yang biasanya mampir untuk makan siang atau sekadar istirahat sambil berfoto.

5. Menginap dan berwisata di sekitar Garut

Bagi yang ingin menghabiskan waktu semalaman, Antapura De Djati juga menyediakan tempat menginap.

Saat ini baru ada satu homestay yang bisa disewa oleh pengunjung. Penginapan berkapasitas 10 orang ini memiliki fasilitas ruang TV dan dapur, namun belum ada kamar tidur khusus. Selain itu ada taman yang luas dan kolam ikan.

“Rencana ke depannya mau buat (penginapan lain) yang banyak opsi buat pengunjung,” tutur Fikri.

Penginapan tersebut rencananya dibuat untuk memenuhi antusiasme pengunjung yang ingin berwisata sekaligus menginap di kawasan Antapura De Djati. Tipenya sendiri akan berupa glamping (glamour camping) atau kamar hotel.

Lokasi Antapura De Djati juga berdekatan dengan beberapa tempat wisata populer di Garut, jadi pengunjung bisa menjadikan wisata ini sebagai salah satu jalur singgah setelah atau sebelum mengunjungi tempat wisata lainnya.

“Di Garut banyak tempat wisata, kebanyakan rutenya lewat sini. Jadi Antapura bisa jadi opsi pertama atau opsi terakhir, tujuannya pemandian air panas Cipanas, sentra industri kulit Sukaregang, lanjut ke Situbagendit,” terang Fikri.