Berita

4 Kali Beraksi di Tangerang, Pencuri Spesialis Pecah Kaca Mobil Berakhir di Bui

otomotif, 4 kali beraksi di tangerang, pencuri spesialis pecah kaca mobil berakhir di bui

Petugas menunjukan kaca mobil yang pecah akibat pencurian di Tangerang. Foto: Dok. Istimewa

Seorang pencuri spesialis pecah kaca mobil yang kerap beraksi di wilayah Pinang, Kota Tangerang, berhasil dibekuk aparat kepolisian.

Pelaku tak lain adalah seorang pria berinisial PA (22). Ia ditangkap usai melakukan aksinya di Jalan Nyiur 1 No. 03 RT 01/09 Kelurahan Kunciran Indah, Pinang, Kota Tangerang, pada Senin (28/11).

otomotif, 4 kali beraksi di tangerang, pencuri spesialis pecah kaca mobil berakhir di bui

Pelaku pencurian spesialis pecah kaca mobil berinisial PA (22) yang ditangkal Unit Reskrim Polsek Pinang, Tangerang. Foto: Dok. Istimewa

Pada saat itu, ia berhasil menggasak sebuah Laptop Merk Apple Macbook milik korban dari dalam mobil yang sedang parkir di dalam garasi. Korban mengambil barang tersebut usai memecah kaca mobil tersebut.

“Berdasarkan hasil interogasi, pelaku mengaku sudah melakukan sebanyak empat kali pencurian dengan modus yang sama pada bulan November 2022,” terang Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Zain Dwi Nugroho dalam keterangannya, Selasa (29/11).

otomotif, 4 kali beraksi di tangerang, pencuri spesialis pecah kaca mobil berakhir di bui

Sejumlah barang bukti penangkapan kasus pelaku pencurian spesialis pecah kaca mobil berinisial PA (22) yang ditangkal Unit Reskrim Polsek Pinang, Tangerang. Foto: Dok. Istimewa

Zain mengatakan, pelaku berhasil ditangkap polisi kurang dari 24 jam setelah kejadian. Setelah polisi berhasil mengantongi identitas pelaku usai memeriksa rekaman kamera CCTV dan keterangan beberapa saksi.

“Penyelidikan atas bukti petunjuk berupa rekaman CCTV didapatkan informasi bahwa pelaku bertempat tinggal di daerah Kampung Asem RT 05/05, Kelurahan Semanan, Kalideres, Kota Jakarta Barat dan langsung dilakukan penangkapan di sana,” jelasnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 363 KUHPidana, ancaman maksimal 7 tahun penjara.